Selasa, 08 November 2011

TULISAN ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)

NAMA      : FADDLY AKBAR EL MUHAMMADY
KELAS     : 4EA10
NPM         : 102087468
TULISAN : ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)

ETIKA DALAM BERBISNIS ONLINE

Semakin majunya teknologi media informasi melalui internet seperti yang kita tahu memunculkan suatu gaya hidup baru yang bernama e-Lifestyle. Di mana gaya hidup yang baru ini muncul, juga diikuti oleh beberapa terobosan baru seperti catatan harian berupa blog, komunikasi dengan teman melalui website social networking, hingga bisnis online yang tanpa tatap muka bisa berjalan dengan baik.
Perlu Anda ketahui, berbisnis di media internet atau secara online sangatlah indah dan menyenangkan. Di sana kita bisa mendapatkan komunitas baru, bertemu orang baru, share idea, solve masalah, juga mendapatkan uang. Bertumbuhnya forum bisnis juga social networking Facebook sangat berperan penting dalam perkembangan bisnis di internet atau e-commerce. Mungkin artikel ini bisa menjadi pengantar Anda: Istilah Bisnis Online Dan Penerapannya dan Modal Yang Dibutuhkan Untuk Memulai Bisnis Online.
Banyak macam bisnis internet yang bisa dikembangkan dari internet, bahkan semakin banyaknya jenis program dan peluang bisnis membuat bisa membuat Anda pusing. Atau Anda sedang mengalami hal ini? Salah satu bisnis online yang berkembang cepat dan profit bisa Anda baca di sini: Peluang Bisnis Online Gratis PTC Terpercaya Dan Terbukti Membayar.
Perlu Anda tahu, dalam berbisnis online juga terdapat suatu budaya berupa etika berbisnis online. Apa saja itu? Mari kami jelaskan.
  1. Jujur dan Terbuka. Bagaimana kejujuran diterapkan dalam berbisnis online? Bila Anda seorang pedagang online, Anda harus jujur dengan kualitas barang dan harga yang Anda tawarkan kepada konsumen. Bila Anda adalah seorang affiliate marketer, Anda harus jujur dengan program affiliasi yang Anda tawarkan kepada user Anda. Jika Anda seorang user atau pelanggan, jujurlah tentang kontak alamat Anda, juga ikutkan problem yang Anda hadapi saat melakukan deal dengan pihak pertama.
  2. Adil dan Penuh Penghargaan (Apresiasi). Hal ini adalah hal yang dikutip tebal dalam berbisnis online. Mengapa? Etika adil dan menghargai sangat berarti saat saling mengerti juga saling membutuhkan. Anda tahu, bahwa berbagi informasi tentang bisnis online bisa mendapatkan uang hanya dengan link berupa referal atau affiliasi saat Anda mendaftar suatu program bisnis, dan sebagainya. Mari budayakan adil dan menghargai jerih payah orang yang membagikan Anda informasi dengan membiarkan dan tidak mengubah kolom affiliasi atau referal. Adanya hal saat mendaftar itu tidak membuat Anda rugi, bahkan menguntungkan bagi Anda, Anda bisa mendapatkan support dan petunjuk bisnis dari upline atau orang yang ada di link referal atau affiliasi tadi. Lalu bagi pihak yang berbagi link referal, sebaiknya Anda belajar adil dan lebih ke tanggung jawab, di mana Anda sudah mendapatkan fee atau uang dari referal Anda, seharusnya Anda mau membantu dan memberikan petunjuk kepada pihak downline atau referal Anda.
  3. Ramah dan Sabar. Sikap yang terlihat sepele namun sangat fatal di dunia internet marketing, dan citra Anda sebagai upline. Bagaimana Anda menghargai referal atau downline Anda itu penting. Terlebih jika Anda adalah seseorang yang berperan aktif di forum untuk membagikan informasi bisnis online. Jika Anda tidak ramah dan sabar menanggapi referal Anda, citra Anda akan menjadi buruk dan orang lain enggan menanggapi postingan, thread atau setiap suara Anda. Internet marketing sebenarnya sama saja dengan marketing di dunia nyata. Kenapa tidak, yang kita hadapi di dunia maya juga manusia seperti Anda.

TUGAS : ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)

NAMA  : FADDLY AKBAR EL MUHAMMADY
KELAS  : 4EA10
NPM      : 10208468
TUGAS  : ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)


1.PENGERTIAN ETIKA

Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa.
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti "timbul dari kebiasaan". Etika adalah cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif (studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan nilai-nilai etika). Jadi, Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
         Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Etika adalah : Ilmu tentang apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak Suatu nilai tentang apaa yang benar dan salah di masyarakat.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga ( 2005:309), etika adalh ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta hak dan kewajiban moral. Moral yang dimaksudkan disini adalah akhlak, yaitu budi pekerti atau kelakuan makhluk hidup.


2. ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI -HARI
Etika dapat ditinjau dari beberapa pandangan. Dalam sejarah lazimnya pandangan ini dilihat dari segi filosofis yang melahirkan etika filosofis, ditinjau dari segi teologis yang melahirkan etika teologis, dan ditinjau dari pandangan sosiologis yang melahirkan etika sosiologis.

Dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita tidak asing dengan etika. Atau kita mungkin lebih mengenalnya dengan istilah sopan santun.
Etika sangat diperlukan dalam kehidupan. Karena tanpa etika, manusia bisa bertindak semena-mena, tanpa batas dan tanpa aturan yang mengatur, sehingga akan menimbulkan kekacauan.
  Contoh etika dalam kehidupan sehari-hari :
·      Bersikap hormat kepada orang yang lebih tua, dengan tutur kata yang sopan jika berbicara.
·      Bersikap sopan santun jika berada ditengah masyarakat, seperti tidak meludah di sembarang tempat.
·      Selalu berpamitan kepada orangtua dan mencium tangan mereka ketika akan pergi.
·      Tidak berkata dan berbuat kasar kepada siapapun.
·      Bersikap menghargai kepada mereka yang usianya lebih muda.
·      Tidak bersendawa ketika sedang makan.
·      Selalu mengucapkan salam ketika bertamu dan bertemu dengan orang lain..
Contoh diatas merupakan sebagian contoh etika yang biasa kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Tentu masih banyak contoh lainnya. Mengingat pentingnya etika, maka sebisa mungkin kita harus menerapkan etika atau sopan santun dimanapun kita berada, terutama ketika kita berada di tengah masyarakat, agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.

a). Etika filosofis
Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta, dan “sophia” yang berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah hak-kewajiban, maslah nilai-nilai moral secara mendasar. Disini ditinjau hubungan antara moral dan kemanusiaan secraa mendalam dengan menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa.

b) Etika teologis
Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama. Etika ini memandang semua perbuatan moral sebagai:
1.Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan.
2.Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan
3.Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan.
Orang beragama mempunyai keyakinan bahwa tidak mungkin moral itu dibangun tanpa agama atau tanpa menjalankan ajaran-ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Sumber pengetahuan dan kebenaran etika ini adalah kitab suci.

c) Etika sosiologis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan, keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.

d) Etika Diskriptif dan Etika Normatif
Dalam kaitan dengan nilai dan norma yang digumuli dalam etika ditemukan dua macam etika, yaitu :

1. Etika Diskriptif
Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan sebagai sesuatu yang bernilai. Etika ini berbicara tentang kenyataan sebagaimana adanya tentang nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit. Dengan demikian etika ini berbicara tentang realitas penghayatan nilau, namun tidak menilai. Etika ini hanya memaparkab, karenyanya dikatakan bersifat diskriptif.

2. Etika Normatif
Etika ini berusaha untuk menetapkan sikap dan pola perilaku yang ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam bertindak. Jadi etika ini berbicara tentang norma-norma yang menuntun perilaku manusia serta memberi penilaian dan hiambauan kepada manusia untuk bertindak sebagaimana seharusnya Dengan. Demikian etika normatif memberikan petunjuk secara jelas bagaimana manusia harus hidup secara baik dan menghindari diri dari yang jelek.
Dalam pergaulan sehari-hari kita menemukan berbagai etika normative yang menjadi pedoman bagi manusia untuk bertindak. Norma-norma tersebut sekaligus menjadi dasar penilaian bagi manusia baik atau buruk, salah atau benar. Secara umum norma-norma tersebut dikelompokkan menjadi dua yaitu:

a) Norma khusus
Norma khusus adalah norma yang mengatur tingkah laku dan tindakan manusia dalam kelompok/bidang tertentu. Seperti etika medis, etika kedokteran, etika lingkungan, eyika wahyu, aturan main catur, aturan main bola, dll. Di mana aturan tersebut hanya berlaku untuk bidang khusus dan tidak bisa mengatur semua bidang. Misal: aturan main catur hanya bisa dipakai untuk permainan catur dan tidak bisa dipakai untuk mengatur permainan bola.

b) Norma Umum
Norma umum justru sebaliknya karena norma umum bersifat universal, yang artinya berlaku luas tanpa membedakan kondisi atau situasi, kelompok orang tertentu. Secara umum norma umum dibagi menjadi tiga (3) bagian, yaitu :

•Norma sopan santun; norma ini menyangkut aturan pola tingkah laku dan sikap lahiriah seperti tata cara berpakaian, cara bertamu, cara duduk, dll. Norma ini lebih berkaitan dengan tata cara lahiriah dalam pergaulan sehari-hari, amak penilaiannnya kurang mendalam karena hanya dilihat sekedar yang lahiriah.

•Norma hukum; norma ini sangat tegas dituntut oleh masyarakat. Alasan ketegasan tuntutan ini karena demi kepentingan bersama. Dengan adanya berbagai macam peraturan, masyarakat mengharapkan mendapatkan keselamatan dan kesejahteraan bersama. Keberlakuan norma hukum dibandingkan dengan norma sopan santun lebih tegasdan lebih pasti karena disertai dengan jaminan, yakni hukuman terhadap orang yang melanggar norma ini. Norma hukum ini juga kurang berbobot karena hanya memberikan penilaian secara lahiriah saja, sehingga tidak mutlak menentukan moralitas seseorang.

•Norma moral;norma ini mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia. Norma moral menjadi tolok ukur untuk menilai tindakan seseorang itu baik atau buruk, oleh karena ini bobot norma moral lebih tinggi dari norma sebelumnya. Norma ini tidak menilai manusia dari satus segi saja, melainkan dari segi manusia sebagai manusia. Dengan kata lain norma moral melihat manusia secara menyeluruh, dari seluruh kepribadiannya. Di sini terlihat secara jelas, penilannya lebih mendasar karena menekankan sikap manusia dalam menghadapi tugasnya, menghargai kehidupan manusia, dan menampilkan dirinya sebgai manusia dalam profesi yang diembannya. Norma moral ini memiliki kekhususan yaitu :

1. Norma moral merupakan norma yang paling dasariah, karena langsung mengenai inti pribadi kita sebagai manusia.
2. Norma moral menegaskan kewajiban dasariah manusia dalam bentuk perintah atau larangan.
3. Norma moral merupakan norma yang berlaku umum
4. Norma moral mengarahkan perilaku manusia pada kesuburan dan kepenuhan hidupnya sebagai manusia.

e) Etika Deontologis
Istilah deontologis berasal dari kata Yunani yang berati kewajiban, etika ini menetapkan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. Argumentasi dasar yang dipakai adalah bahwa suatu tindakan itu baik bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari suatu tindakan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri baik pada dirinya sendiri.
Dari argumen di atas jelas bahwa etika ini menekankan motivasi, kemauan baik, dan watak yang kuat dari pelaku, lepas dari akibat yang ditimbulkan dari pelaku. Menanggapi hal ini Immanuel kant menegaskan dua hal:

•Tidak ada hal di dunia yang bisa dianggap baik tanpa kualifikasi kecuali kemauan baik. Kepintaran, kearifan dan bakat lainnya bisa merugikn kalau tanpa didasari oleh kemauan baik. Oleh karena itu Kant mengakui bahwa kemauan ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh kebahagiaan.

•Dengan menekankan kemauan yang baik tindakan yang baik adalah tindakan yang tidak saja sesuai dengan kewajiban, melainkan tindakan yang dijalankannya demi kewajiban. Sejalan dengan itu semua tindakan yang bertentangan dengan kewajiban sebagai tindakan yang baik bahkan walaupun tindakan itu dalam arti tertentu berguna, harus ditolak.

Namun, selain ada dua hal yang menegaskan etika tersebut, namun kita juga tidak bisa menutup mata pada dua keberatan yang ada yaitu:

•Bagaimana bila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral dalam situasi yang sama, akan tetapi keduanya tidak bisa dilaksankan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.
•Sesungguhnya etika seontologist tidak bisa mengelakkan pentingnya akibat dari suatu tindakan untuk menentukan apakah tindakan itu baik atau buruk.

ETIKA DALAM BISNIS

Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005). Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:

1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10.Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan

Selasa, 17 Mei 2011

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (RESENSI)

Nama  : Faddly Akbar El Muhammady
Npm   : 10208468
Kelas  :  3EA10

RESENSI

Resensi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja revidere atau recensere yang artinya melihat kembali, menimbang atau menilai. Arti yang sama untuk istilah tersebut dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku. Resensi adalah kombinasi antara uraian, ringkasan, dan kritik terhadap sebuah buku. Resensi berfungsi bagi pembaca untuk memutuskan apakah ia akan membacanya atau tidak. Pembaca mengharapkan selain ringkasan juga penilaian terhadap mutu dan faedah buku tersebut. Menulis resensi merupakan proses menuangkan atau memaparkan nilai sebuah hasil karya atau buku berdasarkan tataan tertentu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pertimbangan baik-buruknya, cermat-cerobohnya, benar-salahnya, kuat-lemahnya, dan manfaat-mubazirnya suatu topik buku.

Persyaratan penulisan resensi buku yaitu
1. Terdapat informasi berupa data buku (nama pengarang, penerbit, tahun terbit dan tebal buku)
2. Ulasan singkat tentang isi buku
3. Kelebihan dan Kelemahan buku
4. Manfaat buku

CONTOH


Judul Buku : My Valentine
Penulis : Hanna Al – Ithriyah
Terbit : Gema Insani
cetakan : 1, Dzulqa’idah 1427 H / November 2006 M
Tebal : 192 halaman

Hanna Al – Ithriyah, penulis muda berbakat ini masih bersekolah di madrasah aliah ( P1 ) Annuqayah, Sumenep, Madura,. Lahir di Sumenep, 22 desember 1985, karyanya yang berjudul “ Selaka Rindu Dinda “ berhasil memperoleh juara hiburan pertama pada lomba SMCI Gema Insani dan di bukukan dalam antologi cerpen pemenang sayembaya yang judulnya diambil dari judul cerpennya, “ Selaka Rindu Dinda “.
Kali ini, Hanna Al – Ithriyah kembali meluncurkan buku kumpulan cerpen karyanya yang berjudul “ My Valentine “ yang berisi sebelas cerita dengan karakteristik yang berbeda di setiap ceritanya.
Kumpulan cerpen “ My Valentine “ secara tidak langsung membuat ketertarikan ingin membacanya. Yang paling mempengruhi itu adalah judulnya, yang sudah familiyar dengan remaja-remaja. Banyak orang yang salah memprediksikan isi buku ini, karena mereka melihat dari judulnya, padahal isinya sangat berbeda dengan yang mereka prediksikan. Selain itu bahasanya sangat mudah dimengerti walaupun ada sebagian kata yang memakai bahasa arab dan madura tetapi di akhir cerita di berikan keterangannya.
Diantaranya sebelas cerita, ada 3 cerita yang terlihat paling menyentuh hati dan mengharukan. Ketiga cerita itu adalah “ Dialog Alam Barzah “, “ H Minus 7 ( My Valentine )”, “ Donat “. Ketiga cerita ini mengandung makna yang sangat dalam. Bisa dilihat dari cerita “ Dialog Alam Barzah “ menceritakan tentang amalan seseorang yang tidak menjamin masuk surga yaitu menceritakan di 24 orang hamba Allah , yang salah satu dari mereka adalah ahli ibadah, ternyata seorang ahli ibadah tidak menjamin dia akan masuk surga karena orang tersebut belum bisa menghindari penyakit hati.
Ternyata yang masuk surga adalah orang yang selalu menjaga agar hatinya selalu bersih dari penyakit hati. Dalam cerita ini bahasa yang digunakan sangat mudah dimengerti seakan-akan kita menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Dicerita yang kedua bahasa yang di digunakan yaitu bahasa gaul anak remaja sekarang yang berjudul “ H Minus 7 ( My Valentine ) “ isinya menceritakan seorang anak muda yang bernama Boy. Anak muda ini sedang mencari pasangan untuk merayakan hari valentine, ternyata cewek-cewek di sekolahnya sudah mempunyai gandengan. Yang belum hanya anak Rohis. Tentunya itu memperkenalkan seorang akhwat itu dan temannya memberi saran untuk secepatnya mengirim sebuah kado dan sekotak coklat. Boy mengikuti saran temannya itu. Setelah itu Boy mendapat bingkisan itu kembali dan didalamnya terdapat securik kertas yang didalamnya berisi penolakan menerima bingkisan Valentine itu. Akhwat itu menolak ajakan dan pemberian bingkisan itu, lalu akhwat itu menjelaskan alasannya dan memberi pesan yang sangat menyentuh hati sehingga bisa membuat Boy kembali mendekat kepada Allah SWT.
Dicerita yang ketiga “ DONAT “ isinya kita ambil hikmah yang sangat besar karena ceritanya sangat menyentuh hati, sampai bisa membuat menangis pembacanya dan sangat membuat penasaran karena judulnya seperti komedi. Didalamnya menceritakan sebuah keluarga yang harmonis, seorang ibu yang mempunyai dua orang anak yang bernama Yuli dan Ipit. Ipit anak yang paling kecil, dia sangat suka makan donat. Sehari saja dia makan donat dia pasti mayur dan bertingkah tidak karuan. Suatu hari dia masuk rumah sakit, ternyata dia mengidap penyakit turunan dari ayahnya yaitu penyakit diabetes. Tidak berapa lama Ipit meninggal dunia, ibunya dan kakanya sangat menghawatirkan. Cerita itu sangat mengharukan dibanding cerita yang lain.
Kesimpulan cerpen ini sangat bagus karena bisa membuat pembacanya penasaran dan semua makna ceritanya sangat mendalam, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil di buku itu, bahasanya tidak berbeli-belit tapi sangat mudah di mengerti.
Setelah membaca buku kumpulan cerpen “ My Valentine ‘ karya Hanna Al-Ithriyah, sangat berdampak positif terhadap pembacanya dan banyak sekali hikmah yang bisa diambil, selain itu bisa menjadikan kita sadar dalam dalam menjalani hidup ini. Kelebihan yang paling menonjol didalam buku ini adalah judulnya yang sangat bagus karena judul itu seperti mendeskripsikan isinya cerita yang bukan islami, tetapi kenyataanya isinya itu sangat islami.
Kumpulan cerpen ini mempunyai beberapa kekurangan yaitu alur ceritanya kurang mengerti dan jalan semua ceritanya terlalu lambat.

TULISAN BAHASA INDONESIA (SOFTSKILL) "ABSTRAK"

Nama     : Faddly Akbar El Muhammady
Nmp       : 10208468
Kelas     : 3EA10
 
ABSTRAK
Pengertian Abstrak
Definisi abstrak adalah representasi dari isi dokumen yang singkat dan tepat. Abstrak merupakan bentuk ringkas dari isi suatu dokumen yang terdiri atas bagian-bagian penting dari suatu tulisan, dan mendeskripsikan isi dan cakupan dari tulisanAbstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu tulisan. Pada umumnya abstrak diletakkan pada bagian awal sebelum bab-bab penguraian. Menurut sifatnya, abstrak dapat dibagi menjadi abstrak yang bersifat deskriptif yang dalam Bahasa Inggris disebut Abstract dan abstrak yang bersifat informatif. Abstrak informatif terbagi menjadi ringkasan (precise) dan ikhtisar (summary). Dalam tulisan ilmiah yang disusun untuk memperoleh gelar lewat penelitian seperti skripsi, tesis dan disertasi, umumnya jenis abstrak yang digunakan adalah yang berwujud ringkasan, sedangkan ikhtisar lebih banyak digunakan pada tulisan ilmiah yang diterbitkan dalam bentuk buku.
 
Secara klasik dibedakan dua jenis abtraksi.
  1. Abstraksi total. Ini merupakan abstraksi yang universal dari yang partikular. Misalnya, abstraksi konsep universal “manusia” dari manusia khusus. Disebut total karena hasilnya selalu merupakan suatu keseluruhan, yakni suatu gabungan atau campuran yang terjadi karena suatu subyek dan suatu “bentuk”. Misalnya, manusia adalah suatu subyek yang mempunyai kodrat manusiawi.
  2. Abstraksi formal. Ini merupakan abstraksi “bentuk” dari subyek. Misalnya, abstraksi “kemanusiaan” dari manusia-manusia konkret atau gerak dari benda-benda yang bergerak.

 Contoh Abstrak
                               ABSTRAK
Sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dunia, masalah pengungsian adalah sebuah tantangan yang harus dihadapi bersama. Banyak upaya yang dilakukan untuk meredam berbagai konflik yang timbul dari fakta ini. Berbagai pihak baik secara nasional maupun internasional dengan beragam program dan agenda diupayakan untuk penanganan masalah pengungsian. Begitupun dari pihak akademisi, selalu hadir dengan beragam tulisan yang menyoroti masalah ini dari berbagai sudut pandang. PEREMPUAN PENGUNGSI (Suatu Refleksi
Teologis Terhadap Integrasi Perempuan Pengungsi Dalam Masyarakat Lokal Tuapukan) adalah salah satunya. Maksud dari karya tulis ini adalah menyoroti persoalan perempuan pengungsi dari kacamata teologi, khususnya upaya integrasi pengungsi dalam masyarakat lokal Tuapukan. Karena itu pembahasannya tidak difokuskan untuk membahas tentang pengungsian secara umum tetapi lebih pada aspek peran perempuan dalam proses integrasinya. Berada di tempat pengungsian menandakan suatu permulaan
hidup yang baru. Perempuan pengungsi harus memulai segalanya lagi dari nol dan itu menjadi satu bagian persoalan. Dan persoalan perempuan, ternyata sering lalu menjadi hal yang dengan mudahnya
begitu saja dilupakan. Apapun akar permasalahan konflik yang berujung pada pengungsian, semuanya hanya melahirkan kegetiran. Persoalan perempuan di daerah konflik amat pelik. Persoalan-persoalan
yang dihadapi bukan persoalan-persoalan satu dimensi saja tetapi dilihat secara multi dimensi mulai dari negara, domestik, kemiskinan hingga adat yang mengungkung mereka. Perempuan yang berada di
tengah-tengah pengungsian tidak pernah terlepas dari persoalanpersoalan, dimana kekerasan baik secara fisik, psikologi, ekonomi tidak dapat dihindari. Penanganan masalah pengungsi yang ada belum terlalu
menyentuh hingga persoalan perempuan, kerap kali penanganan perempuan pengungsi masih terganjal dengan keterbatasan anggaran dan juga pemahaman yang belum terlalu memadai guna menghasilkan program-program yang tepat bagi perempuan. Walaupun kondisi pengungsian demikian tidak menghalangi perempuan untuk bangkit kembali dari ketertindasan dan membangun hidupnya; hidup anak-anak dan keberlangsungan keluarganya. Inisiatif yang diambil dan integrasi yang dibangun perlahan-lahan memulihkan kehidupan mereka di kamp pengungsian. Dalam dunia Perjanjian Lama, sejarah perjalanan bangsa Israel memasuki tanah Kanaan menggambarkan kekerasan dan penidasa yang tidak jauh berbeda dengan sejarah panjang Timor-Timur untuk menuju sebuah kemerdekaan yang berimplikasi pada pengungsian besar-besaran ke Timor Barat. Di sisi yang lain kisah Rut dan Naomi menjadi refleksi sebuah kehidupan yang dipenuhi dengan persoalanpersoalan. Peranan yang dimainkan untuk sebuah proses pemulihan berimplikasi pada proses pembauran kembali ke dalam komunitas orang-orang Betlehem. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses integrasi yang diperankan perempuan pengungsi merupakan salah satu solusi yang dapat dipakai dalam upaya penyelesaian masalah pengungsian. Di sisi lain mengingatkan kita bahwa penanganan masalah pengungsian tidak terlepas dari persoalan-persoalan perempuan pengungsi yang kerap kali terlupakan oleh kita. Kekuatan-kekuatan yang digambarkan perempuan pengungsi membuka mata kita untuk tidak melihat perempuan sebagai ‘yang lemah’ atau ‘yang kedua’ tetapi lebih sebagai manusia yang serupa
dan segambar dengan Allah.

TULISAN BAHASA INDONESIA (SOFTSKILL) "LAPORAN"

Nama     : Faddly Akbar El Muhammady
Nmp       : 10208468
Kelas     : 3EA10
 
laporan ialah segala sesuatu yg dilaporkan,asal kata dari lapor dan bersifat fakta. Fakta yang disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat,didengar,atau dirasakan sendiri) ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan. Kemudian laporan itu diberitahukan oleh si pelapor.
Dalam pembuatan suatu laporan formal bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang baik,jelas dan teratur.

contoh laporan
 

Judul : singkat, jelas , makna lugas/denotatif, menunjukkan masalah yang akan diteliti disertai lokasi penelitian.

Bab. I. Pendahuluan

A. Latar Belakang Masalah
Uraikan timbulnya masalah yang memerlukan pemecahan. Latar belakang ketertarikan peneliti terhadap masalah yang akan diuji. Lengkapi dengan teori-teori yang mendasari keluarnya gagasan peneliti.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan diteliti. Memakai kalimat tanya, sehingga mempertegas masalah.
C. Tujuan Penelitian
Uraian tujuan dari penelitian tersebut. Antara rumusan masalah dengan tujuan harus ada korelasi. Misalnya rumusan masalah 1 berkaitan dengan tujuan 1, rumusan masalah 2 berkaitan dengan tujuan 2 dan seterusnya.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat bagi penegembangan ilmu penegetahuan, manfaat bagi obyek/lokasi tempat penelitian dan manfaat bagi peneliti.
BAB II. KERANGKA PEMIKIRAN
Uraikan definisi konseptual dari judul penelitian yang dipilih. Definisi secara tegas dan jelas masing-masing variabel serta teori-teori yang mendukung. Tata cara menyitir ( Entri utama pengarang/dibalik, tahun terbit : halaman ).
BAB III. METODE PENELITIAN
A. Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer : pencarian data melalui survey berdasarkan wawancara atau tanya jawab secara langsung dan melalui kuesioner.
2. Data Sekunder : data yang melengkapi data primer yaitu pencarian data dengan cara menelusuri pustaka-pustaka pendukung/penunjang penelitian.
B. Hipotesis
Dugaan sementara  atau dugaan peneliti terhadap jalan keluar masalah. Mis. Ada hubungan positif antara minat baca dengan kuantitas buku-buku bacaan di perpustakaan SDN 1 Jebed, Pemalang.
C. Metode Penelitian
Peneliti bebas memilih tipe penelitian. Deskriptif, kuantitatif atau kualitatif. Misalnya penelitian eksplanatif, berusaha menjawab why dan menguji hipotesis kausal ( Soehardi Sigit, 1992 : 31). Kualitatif menitikberatkan pada kedalaman ( deep) masalah.
D. Definisi Operasional
Uraikan variabel-variabel penelitian, dimensi serta indikator penelitian.
E. Populasi dan Responden
Populasi adalah semua variabel yang menyangkut masalah yang akan diteliti. Misalnya populasi penelitian ini adalah seluruh siswa siswi SDN 1 Jebed terdiri kelas 1 sampai dengan 6 dengan jumlah sebanyak 240 siswa.
Responden dalam penelitian adalah wakil dari populasi yang akan diteliti. Dipilih secara random, masing-masing kelas terwakili, misalnya 40 siswa yang melakukan aktifitas baca di perpustakaan.
BAB IV. HASIL PENELITIAN
Hasil dalam bentuk tabel bila kuantitatif. Tiap pertanyaan dalam kuesioner dihitung dalam prosentase. Keterkaitan data-data hasil penelitian dengan masalah yang diajukan serta menganalisa data guna menyelesaikan masalah.
BAB V. Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan : Merupakan jawabab dari masalah yang diajukan setelah dilakukan penelitian.
B. Saran-saran
Saran-saran bagi pengembangan ilmu perpustakaan terutama saran bagi obyek penelitian dan pihak-pihak yang berhubungan dengan hasil penelitian.
Daftar Pustaka
Nama pengarang pertama, dibalik. Tahun terbit. Judul buku. Kota terbit : Nama Penerbit.
Fauzi, Ahmad. 2010. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta : Universitas Terbuka.