TUGAS : ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)
NAMA : FADDLY AKBAR EL MUHAMMADY
KELAS : 4EA10
NPM : 10208468
TUGAS : ETIKA BISNIS (SOFTSKILL)
1.PENGERTIAN ETIKA
Pengertian Etika Berdasarkan Bahasa.
Menurut bahasa Yunani Kuno, etika berasal dari kata ethikos yang berarti
"timbul dari kebiasaan". Etika adalah cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan
penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti
benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Etika terbagi menjadi
tiga bagian utama: meta-etika (studi konsep etika), etika normatif
(studi penentuan nilai etika), dan etika terapan (studi penggunaan
nilai-nilai etika). Jadi, Etika adalah Ilmu yang membahas perbuatan baik
dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran
manusia.
Etika menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Etika adalah : Ilmu
tentang apa yang baik dan buruk, tentang hak dan kewajiban moral. Kumpulan
asas / nilai yang berkenaan dengan akhlak Suatu
nilai tentang apaa yang benar dan salah di masyarakat.
Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga (
2005:309), etika adalh ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk serta hak
dan kewajiban moral. Moral yang dimaksudkan disini adalah akhlak, yaitu budi
pekerti atau kelakuan makhluk hidup.
2. ETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI -HARI
Etika dapat ditinjau dari beberapa pandangan. Dalam sejarah lazimnya
pandangan ini dilihat dari segi filosofis yang melahirkan etika
filosofis, ditinjau dari segi teologis yang melahirkan etika teologis,
dan ditinjau dari pandangan sosiologis yang melahirkan etika sosiologis.
Dalam kehidupan sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita tidak asing dengan
etika. Atau kita mungkin lebih mengenalnya dengan istilah sopan santun.
Etika sangat diperlukan dalam kehidupan. Karena tanpa
etika, manusia bisa bertindak semena-mena, tanpa batas dan tanpa aturan yang
mengatur, sehingga akan menimbulkan kekacauan.
Contoh etika dalam kehidupan sehari-hari :
· Bersikap hormat kepada
orang yang lebih tua, dengan tutur kata yang sopan jika berbicara.
· Bersikap sopan santun
jika berada ditengah masyarakat, seperti tidak meludah di sembarang tempat.
· Selalu berpamitan
kepada orangtua dan mencium tangan mereka ketika akan pergi.
· Tidak berkata dan
berbuat kasar kepada siapapun.
· Bersikap menghargai
kepada mereka yang usianya lebih muda.
· Tidak bersendawa
ketika sedang makan.
· Selalu mengucapkan
salam ketika bertamu dan bertemu dengan orang lain..
Contoh diatas merupakan sebagian contoh etika yang biasa
kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Tentu masih banyak contoh lainnya.
Mengingat pentingnya etika, maka sebisa mungkin kita harus menerapkan etika
atau sopan santun dimanapun kita berada, terutama ketika kita berada di tengah
masyarakat, agar tercipta suasana yang damai dan harmonis.
a). Etika filosofis
Etika filosofis adalah etika yang dipandang dari sudut filsafat. Kata
filosofis sendiri berasal dari kata “philosophis” yang asalnya dari
bahasa Yunani yakni: “philos” yang berarti cinta, dan “sophia” yang
berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Etika filosofis adalah etika yang
menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat.
Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah
hak-kewajiban, maslah nilai-nilai moral secara mendasar. Disini ditinjau
hubungan antara moral dan kemanusiaan secraa mendalam dengan
menggunakan rasio sebagai dasar untuk menganalisa.
b) Etika teologis
Etika teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk
berdasarkan ajaran-ajaran agama. Etika ini memandang semua perbuatan
moral sebagai:
1.Perbuatan-perbuatan yang mewujudkan kehendak Tuhan ataub sesuai dengan kehendak Tuhan.
2.Perbuatan-perbuatan sbegai perwujudan cinta kasih kepada Tuhan
3.Perbuatan-perbuatan sebagai penyerahan diri kepada Tuhan.
Orang beragama mempunyai keyakinan bahwa tidak mungkin moral itu
dibangun tanpa agama atau tanpa menjalankan ajaran-ajaran Tuhan dalam
kehidupan sehari-hari. Sumber pengetahuan dan kebenaran etika ini adalah
kitab suci.
c) Etika sosiologis
Etika sosiologis berbeda dengan dua etika sebelumnya. Etika ini menitik
beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat.
Etika sosiologis memandang etika sebagai alat mencapai keamanan,
keselamatan, dan kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika
sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana
seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan
masyarakat.
d) Etika Diskriptif dan Etika Normatif
Dalam kaitan dengan nilai dan norma yang digumuli dalam etika ditemukan dua macam etika, yaitu :
1. Etika Diskriptif
Etika ini berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan
perilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam kehidupan
sebagai sesuatu yang bernilai. Etika ini berbicara tentang kenyataan
sebagaimana adanya tentang nilai dan pola perilaku manusia sebagai suatu
fakta yang terkait dengan situasi dan realitas konkrit. Dengan demikian
etika ini berbicara tentang realitas penghayatan nilau, namun tidak
menilai. Etika ini hanya memaparkab, karenyanya dikatakan bersifat
diskriptif.
2. Etika Normatif
Etika ini berusaha untuk menetapkan sikap dan pola perilaku yang ideal
yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam bertindak. Jadi etika ini
berbicara tentang norma-norma yang menuntun perilaku manusia serta
memberi penilaian dan hiambauan kepada manusia untuk bertindak
sebagaimana seharusnya Dengan. Demikian etika normatif memberikan
petunjuk secara jelas bagaimana manusia harus hidup secara baik dan
menghindari diri dari yang jelek.
Dalam pergaulan sehari-hari kita menemukan berbagai etika normative yang
menjadi pedoman bagi manusia untuk bertindak. Norma-norma tersebut
sekaligus menjadi dasar penilaian bagi manusia baik atau buruk, salah
atau benar. Secara umum norma-norma tersebut dikelompokkan menjadi dua
yaitu:
a) Norma khusus
Norma khusus adalah norma yang mengatur tingkah laku dan tindakan
manusia dalam kelompok/bidang tertentu. Seperti etika medis, etika
kedokteran, etika lingkungan, eyika wahyu, aturan main catur, aturan
main bola, dll. Di mana aturan tersebut hanya berlaku untuk bidang
khusus dan tidak bisa mengatur semua bidang. Misal: aturan main catur
hanya bisa dipakai untuk permainan catur dan tidak bisa dipakai untuk
mengatur permainan bola.
b) Norma Umum
Norma umum justru sebaliknya karena norma umum bersifat universal, yang
artinya berlaku luas tanpa membedakan kondisi atau situasi, kelompok
orang tertentu. Secara umum norma umum dibagi menjadi tiga (3) bagian,
yaitu :
•Norma sopan santun; norma ini menyangkut aturan pola tingkah laku dan
sikap lahiriah seperti tata cara berpakaian, cara bertamu, cara duduk,
dll. Norma ini lebih berkaitan dengan tata cara lahiriah dalam pergaulan
sehari-hari, amak penilaiannnya kurang mendalam karena hanya dilihat
sekedar yang lahiriah.
•Norma hukum; norma ini sangat tegas dituntut oleh masyarakat. Alasan
ketegasan tuntutan ini karena demi kepentingan bersama. Dengan adanya
berbagai macam peraturan, masyarakat mengharapkan mendapatkan
keselamatan dan kesejahteraan bersama. Keberlakuan norma hukum
dibandingkan dengan norma sopan santun lebih tegasdan lebih pasti karena
disertai dengan jaminan, yakni hukuman terhadap orang yang melanggar
norma ini. Norma hukum ini juga kurang berbobot karena hanya memberikan
penilaian secara lahiriah saja, sehingga tidak mutlak menentukan
moralitas seseorang.
•Norma moral;norma ini mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai
manusia. Norma moral menjadi tolok ukur untuk menilai tindakan seseorang
itu baik atau buruk, oleh karena ini bobot norma moral lebih tinggi
dari norma sebelumnya. Norma ini tidak menilai manusia dari satus segi
saja, melainkan dari segi manusia sebagai manusia. Dengan kata lain
norma moral melihat manusia secara menyeluruh, dari seluruh
kepribadiannya. Di sini terlihat secara jelas, penilannya lebih mendasar
karena menekankan sikap manusia dalam menghadapi tugasnya, menghargai
kehidupan manusia, dan menampilkan dirinya sebgai manusia dalam profesi
yang diembannya. Norma moral ini memiliki kekhususan yaitu :
1. Norma moral merupakan norma yang paling dasariah, karena langsung mengenai inti pribadi kita sebagai manusia.
2. Norma moral menegaskan kewajiban dasariah manusia dalam bentuk perintah atau larangan.
3. Norma moral merupakan norma yang berlaku umum
4. Norma moral mengarahkan perilaku manusia pada kesuburan dan kepenuhan hidupnya sebagai manusia.
e) Etika Deontologis
Istilah deontologis berasal dari kata Yunani yang berati kewajiban,
etika ini menetapkan kewajiban manusia untuk bertindak secara baik.
Argumentasi dasar yang dipakai adalah bahwa suatu tindakan itu baik
bukan dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau tujuan baik dari
suatu tindakan, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri baik pada
dirinya sendiri.
Dari argumen di atas jelas bahwa etika ini menekankan motivasi, kemauan
baik, dan watak yang kuat dari pelaku, lepas dari akibat yang
ditimbulkan dari pelaku. Menanggapi hal ini Immanuel kant menegaskan dua
hal:
•Tidak ada hal di dunia yang bisa dianggap baik tanpa kualifikasi
kecuali kemauan baik. Kepintaran, kearifan dan bakat lainnya bisa
merugikn kalau tanpa didasari oleh kemauan baik. Oleh karena itu Kant
mengakui bahwa kemauan ini merupakan syarat mutlak untuk memperoleh
kebahagiaan.
•Dengan menekankan kemauan yang baik tindakan yang baik adalah tindakan
yang tidak saja sesuai dengan kewajiban, melainkan tindakan yang
dijalankannya demi kewajiban. Sejalan dengan itu semua tindakan yang
bertentangan dengan kewajiban sebagai tindakan yang baik bahkan walaupun
tindakan itu dalam arti tertentu berguna, harus ditolak.
Namun, selain ada dua hal yang menegaskan etika tersebut, namun kita
juga tidak bisa menutup mata pada dua keberatan yang ada yaitu:
•Bagaimana bila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban
moral dalam situasi yang sama, akan tetapi keduanya tidak bisa
dilaksankan sekaligus, bahkan keduanya saling meniadakan.
•Sesungguhnya etika seontologist tidak bisa mengelakkan pentingnya
akibat dari suatu tindakan untuk menentukan apakah tindakan itu baik
atau buruk.
ETIKA DALAM BISNIS
Pengertian Etika Bisnis
Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar
dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana
diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez,
2005). Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain adalah:
1. Pengendalian diri
2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)
3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi
4. Menciptakan persaingan yang sehat
5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”
6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)
7. Mampu menyatakan yang benar itu benar
8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah
9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama
10.Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati
11.Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undangan